Thursday, 25 August 2011

Aktivis: Skandal Nazar Tak Dapat Picu Reformasi

Liputan6.com, Jakarta:

Kasus yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menjadi isu nasional terhangat saat ini dinilai tidak akan memunculkan gerakan reformasi seperti 1998 silam. Sebab, kondisi gerakan mahasiswa dan pemuda kali ini dinilai sudah terpecah belah.
Apalagi, isu nasional yang bergulir saat ini tidak hanya kasus Nazaruddin. Namun juga kasus skandal Bank Century yang saat ini tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Termasuk, kasus-kasus lainnya yang menjadi berita utama di hampir semua media massa. Demikian diungkapkan mantan aktivis 98, Niko Posma yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Gerakan Pemuda untuk Kedaulatan NKRI, saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Liputan6.com di Jakarta, Kamis (25/8).
"Sangat sulit (muncul kembali gerakan reformasi 98), bahwa beberapa faktor telah kita coba melihat bahwa kekuatan TNI cenderung ke pemerintah. Kalau kita bicara kekuatan mahasiswa sudah terpecah belah. Kalau kita melihat belum bisa, dan sangat berat," ucapnya.
Niko menandaskan, saat ini gerakan mahasiswa dan pemuda yang ada cenderung dimainkan dan digerakkan oleh kepentingan elite. Terkesan pula gerakan mahasiswa kali ini hanya didasari dari proyek yang bersifat pragmatis.
"Kalau kita mau jujur lagi semua gerakan mahasiswa itu sudah melupakan basis akar rumputnya, tapi lebih pada memainkan sebuah proyek dan berpikir secara pragmatisme. Oleh karena itu kita berharap gerakan mahasiswa bisa menyatu kembali," imbuhnya.(ANS)

No comments:

Post a Comment