• home
  • Getting started
  • CSS
  • Components
  • JavaScript
  • Customize
Adam Tirta
  • Daily Life
  • CSS
  • Components
  • JavaScript
  • Customize
  • Dropdown
    • Action
    • Another action
    • Something else here
    • Separated link

Saturday, 31 May 2014

Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam.

Posted by Unknown at Saturday, May 31, 2014

     Kependudukan (rakyat) adalah hal-hal yang harus terpenuhi sebagai sebuah syarat dikatakan  sebuah negara, selain adanya wilayah dan pemerintahan yang berdaulat. Rakyat menjadi tonggak dalam peranannya menjaalankan dan menghidupkan aktivitas disuatu negara, tidak terkecuali dengan Indonesia. Indonesia dengan keadaan geografisnya memiliki keadaan alam yang begitu indah dan juga kekayaan alam yang berlimpah. Tidak terbayang jika semua itu akan musnah begitu saja jika tidak dilestarikan dan dijaga. Sektor keluatan, perkebunan, perikanan, persawahan dilihat bahwa Indonesia tidak ada kekurangan , yang ada hanyalah Indonesia tidak mampu mengelolanya. Kita hanya mengandalkan investor-investor luar untuk memfasilitasi dalam pengelolaan sumber daya sehingga belum ada kemandirian yang terbentuk dari hal tersebut.

      Indonesia dengan jumlah pendudukanya lebih kurang 240 juta jiwa pada tahun 2013, menjadi negara yang memiliki kepadatan penduduk nomer 4 terbanyak setelah China, India,dan Amerika. Statistik menunjukkan bahwa dari tahun 2000-2015 terjadi kenaikkan signifikan dari kependudukan Indonesia.

Terlihat bahwa laju kependudukan Indonesia tiap lima tahunnya menginjak nilai rata-rata 16 juta jiwa. Jika dibagi pertahunnya maka akan didapat nilai lebih kurang tiga juta jiwa. Dengan begitu banyak penduduk yang ada saat ini pasti akan berimbas pada keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam.

     Penduduk yang tiap tahunnya akan terus meningkat akan menjadi sebuah persoalan jika tidak diiringi dengan solusi. Bagaimana tidak, jika penduduk terus bertambah sedangkan luas wilayah suatu daerah itu tetap maka akan terjadi degradasi wilayah, yang mana akan menyingkirkan lingkungan-lingkungan hijau yang menjadi sumber kehidupan bumi. Kita beri contoh saja seperti Ibu Kota Jakarta yang merupakan basis terbesar segala aktifitas. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar, membuat daerah jakarta ini sungguh tidak menyehatkan karena untuk ruang terbuka hijau masih sangat sedikit sekali dibandingkan dengan gedung-gedung pencakar langit  menjulang tinggi yang mendominasi Ibu Kota. Selain itu juga faktor tidak ada pemerataan menjadi landasan terjadinya pergeseran ekosistem yang diisi oleh hewan dan tumbuhan menjadi perumahan-perumahan dan gedung pencakar langit.

Masih banyak lagi persoalan yang akan muncul dengan seiring bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, contoh yang lainnya seperti konsumsi energi. Sejak dahulu hingga sekarang pemanfaat ataupun konsumsi energi lebih terbagi kepada transportasi, industri, dan energi yang digunakan ini merupakan energi tak terbarukan yaitu energi fosil ( batu bara, minyak bumi, gas alam, dan lain-lain). Alokasi kosumsi energi berbagai sektor bisa dilihat pada gambar berikut 

Terlihat bahwa hingga tahun 2011 konsumsi energi terbesar ada pada sektor industri yang mengambil  bagian hampir 35 persen. Dikatakan oleh seorang peneliti Pranata tahun 2008 bahwa diperkirakan energi fosil khususnya minyak bumi di Indonesia dengan tingkat konsumsi yang begitu besar akan habis dalam waktu 18 tahun lagi, sehingga diperlukannya energi terbarukan. Dilihat dari begitu besarnya konsumsi enegi di Indonesia, dan sektor industri menjadi urutan teratas dalam pemanfaatannya, tentu memiliki dampak yang luar biasa  berupa gas rumah kaca (Co2) yang dihasilkan oleh industri tersebut. Ini mempengaruhi lingkungan dan akan mempengaruhi keseimbangannya. Pada saat ini kita bersama merasakan akibat dari efek rumah kaca yang dihasilkan yaitu suhu bumi meningkat, dan imbasnya pun termasuk Indonesia.

Melihat begitu kompleksnya permasalahan yang muncul dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sebenarnya upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggerakkan program keluarga berencana tetapi banyak hal-hal yang menjadi faktor lain kenapa program ini sulit terealisasi secara keseluruhan, sehingga untuk menekan pertumbuhan penduduk menjadi sulit. Sebenanarnya masih banyak solusi yang bisa dilakuakan dalam mengatasi permasalahan ini, coba saja kita balik permasalahan ini yang biasanya untuk menekan angka pertumbuhan dengan membiarkan pertumbuhan ini terus berlanjut. Fokus yang perlu dilakukan yaitu pembentukan kualitas dari manusia itu tersendiri dengan melepas kuantitas yang sebanyak mungkin, sehingga pengelolaan sumber daya alam bisa dilakukan secara maksimal oleh warga pribumi bukan orang asing. Saya secara pribadi yakin jika fokus peningktan kualitas sumber daya manusia ini bisa dilaksanakan secara maksimal akan berimbas dalam banyak hal, bidang pertanian, perkebunan, perikanan dalam menyeimbangkan dan melestarikan alam.

Solusi lain yang bisa diimplementasikan terhadap permasalahan pertumbuhan penduduk ini yakni, buatlah sebuah program untuk setiap kelahiran bayi mewajibakan orang tua menanam dan merawat satu pohon sampai tumbuh besar, sehingga antara pertumbuhan penduduk dan peningkatan kelestarian lingkungan ini bersinergi dan tidak ada yang dirugikan.  Program ini menurut saya sangat sederhana tetapi jika ditekuni dan diwajibkan ditambah diperkuat dengan undang-undang yang mengaturnya bisa saja ekosistem akan terus seimbang.
 


Tweet

4 comments :

  1. Anonymous31 May 2014 at 09:33

    (Y) (Y) (Y)

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  2. Unknown31 May 2014 at 09:34

    indonesia banyak memiliki kuantitas dari segi SDM, namun dalam segi kualitas SDM nya masih dalam kategori kurang...

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  3. Unknown31 May 2014 at 09:36

    dari segi kuantitas SDM, Indonesia tidak akan kekurangan stok,...
    namun dari segi Kualitas SDM, Indonesia masih sangat kekurangan,....

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  4. Unknown31 May 2014 at 09:50

    harusnya yg namanya KB itu bukan sekedar program2an doang... kalau perlu kalau udah punya 2 anak "kebiri" aja si Pasutri nya biar nggak beranak lg

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
Add comment
Load more...

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments ( Atom )

Blog Archive

  • ►  2011 (12)
    • ►  Aug 2011 (8)
    • ►  Sept 2011 (4)
  • ►  2012 (20)
    • ►  Sept 2012 (7)
    • ►  Oct 2012 (6)
    • ►  Nov 2012 (2)
    • ►  Dec 2012 (5)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Mar 2013 (1)
    • ►  May 2013 (1)
    • ►  Jun 2013 (2)
    • ►  Dec 2013 (1)
  • ▼  2014 (16)
    • ►  Jan 2014 (5)
    • ►  Feb 2014 (3)
    • ►  Mar 2014 (2)
    • ►  Apr 2014 (3)
    • ▼  May 2014 (3)
      • Setiap Langkah Kaki Menghasilkan Listrik
      • Ketika Nyawa Diujung Jari
      • Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbanga...
  • ►  2015 (1)
    • ►  Mar 2015 (1)

Popular Posts

  • Seluruh Benua Membentuk Lafadz Allah
  • Tips Penggunaan dan Perawatan Laptop
  • JOKOWI – Pandangan Orang Awam Bukan Orang Jakarta
  • ANDAI AKU MENJADI KETUA KPK

Follow my twitter

Follow @bluekutukk
adam tirta kusuma. Powered by Blogger.

Pengikut

© Adam Tirta 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates