• home
  • Getting started
  • CSS
  • Components
  • JavaScript
  • Customize
Adam Tirta
  • Daily Life
  • CSS
  • Components
  • JavaScript
  • Customize
  • Dropdown
    • Action
    • Another action
    • Something else here
    • Separated link

Friday, 13 March 2015

Rezeki dan Kelapangan Hati

No comments : Posted by Unknown at Friday, March 13, 2015


اللَّÙ‡ُ ÙŠَبْسُØ·ُ الرِّزْÙ‚َ Ù„ِÙ…َÙ† ÙŠَØ´َاءُ Ù…ِÙ†ْ عِبَادِÙ‡ِ ÙˆَÙŠَÙ‚ْدِرُ Ù„َÙ‡ُ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ 
بِÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ عَÙ„ِيمٌ
“Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Ankabut ( 29 ) : 62)

Saat fajar telah menyinsing Allah pun telah menebar seluruh rezekinya di alam dunia ini, hewan tumbuhan manusia bisa mendapakannya dengan usaha masing-masing. Begitu besarnya karunia Allah yang Dia berikan kepada kita. Sungguh tidak akan sanggup sebagai manusia untuk membayarnya.
Read More
Read more »

Saturday, 31 May 2014

Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam.

4 comments : Posted by Unknown at Saturday, May 31, 2014

     Kependudukan (rakyat) adalah hal-hal yang harus terpenuhi sebagai sebuah syarat dikatakan  sebuah negara, selain adanya wilayah dan pemerintahan yang berdaulat. Rakyat menjadi tonggak dalam peranannya menjaalankan dan menghidupkan aktivitas disuatu negara, tidak terkecuali dengan Indonesia. Indonesia dengan keadaan geografisnya memiliki keadaan alam yang begitu indah dan juga kekayaan alam yang berlimpah. Tidak terbayang jika semua itu akan musnah begitu saja jika tidak dilestarikan dan dijaga. Sektor keluatan, perkebunan, perikanan, persawahan dilihat bahwa Indonesia tidak ada kekurangan , yang ada hanyalah Indonesia tidak mampu mengelolanya. Kita hanya mengandalkan investor-investor luar untuk memfasilitasi dalam pengelolaan sumber daya sehingga belum ada kemandirian yang terbentuk dari hal tersebut.

      Indonesia dengan jumlah pendudukanya lebih kurang 240 juta jiwa pada tahun 2013, menjadi negara yang memiliki kepadatan penduduk nomer 4 terbanyak setelah China, India,dan Amerika. Statistik menunjukkan bahwa dari tahun 2000-2015 terjadi kenaikkan signifikan dari kependudukan Indonesia.

Terlihat bahwa laju kependudukan Indonesia tiap lima tahunnya menginjak nilai rata-rata 16 juta jiwa. Jika dibagi pertahunnya maka akan didapat nilai lebih kurang tiga juta jiwa. Dengan begitu banyak penduduk yang ada saat ini pasti akan berimbas pada keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam.

     Penduduk yang tiap tahunnya akan terus meningkat akan menjadi sebuah persoalan jika tidak diiringi dengan solusi. Bagaimana tidak, jika penduduk terus bertambah sedangkan luas wilayah suatu daerah itu tetap maka akan terjadi degradasi wilayah, yang mana akan menyingkirkan lingkungan-lingkungan hijau yang menjadi sumber kehidupan bumi. Kita beri contoh saja seperti Ibu Kota Jakarta yang merupakan basis terbesar segala aktifitas. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar, membuat daerah jakarta ini sungguh tidak menyehatkan karena untuk ruang terbuka hijau masih sangat sedikit sekali dibandingkan dengan gedung-gedung pencakar langit  menjulang tinggi yang mendominasi Ibu Kota. Selain itu juga faktor tidak ada pemerataan menjadi landasan terjadinya pergeseran ekosistem yang diisi oleh hewan dan tumbuhan menjadi perumahan-perumahan dan gedung pencakar langit.

Masih banyak lagi persoalan yang akan muncul dengan seiring bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, contoh yang lainnya seperti konsumsi energi. Sejak dahulu hingga sekarang pemanfaat ataupun konsumsi energi lebih terbagi kepada transportasi, industri, dan energi yang digunakan ini merupakan energi tak terbarukan yaitu energi fosil ( batu bara, minyak bumi, gas alam, dan lain-lain). Alokasi kosumsi energi berbagai sektor bisa dilihat pada gambar berikut 

Terlihat bahwa hingga tahun 2011 konsumsi energi terbesar ada pada sektor industri yang mengambil  bagian hampir 35 persen. Dikatakan oleh seorang peneliti Pranata tahun 2008 bahwa diperkirakan energi fosil khususnya minyak bumi di Indonesia dengan tingkat konsumsi yang begitu besar akan habis dalam waktu 18 tahun lagi, sehingga diperlukannya energi terbarukan. Dilihat dari begitu besarnya konsumsi enegi di Indonesia, dan sektor industri menjadi urutan teratas dalam pemanfaatannya, tentu memiliki dampak yang luar biasa  berupa gas rumah kaca (Co2) yang dihasilkan oleh industri tersebut. Ini mempengaruhi lingkungan dan akan mempengaruhi keseimbangannya. Pada saat ini kita bersama merasakan akibat dari efek rumah kaca yang dihasilkan yaitu suhu bumi meningkat, dan imbasnya pun termasuk Indonesia.

Melihat begitu kompleksnya permasalahan yang muncul dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sebenarnya upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggerakkan program keluarga berencana tetapi banyak hal-hal yang menjadi faktor lain kenapa program ini sulit terealisasi secara keseluruhan, sehingga untuk menekan pertumbuhan penduduk menjadi sulit. Sebenanarnya masih banyak solusi yang bisa dilakuakan dalam mengatasi permasalahan ini, coba saja kita balik permasalahan ini yang biasanya untuk menekan angka pertumbuhan dengan membiarkan pertumbuhan ini terus berlanjut. Fokus yang perlu dilakukan yaitu pembentukan kualitas dari manusia itu tersendiri dengan melepas kuantitas yang sebanyak mungkin, sehingga pengelolaan sumber daya alam bisa dilakukan secara maksimal oleh warga pribumi bukan orang asing. Saya secara pribadi yakin jika fokus peningktan kualitas sumber daya manusia ini bisa dilaksanakan secara maksimal akan berimbas dalam banyak hal, bidang pertanian, perkebunan, perikanan dalam menyeimbangkan dan melestarikan alam.

Solusi lain yang bisa diimplementasikan terhadap permasalahan pertumbuhan penduduk ini yakni, buatlah sebuah program untuk setiap kelahiran bayi mewajibakan orang tua menanam dan merawat satu pohon sampai tumbuh besar, sehingga antara pertumbuhan penduduk dan peningkatan kelestarian lingkungan ini bersinergi dan tidak ada yang dirugikan.  Program ini menurut saya sangat sederhana tetapi jika ditekuni dan diwajibkan ditambah diperkuat dengan undang-undang yang mengaturnya bisa saja ekosistem akan terus seimbang.
 


Read More

Tuesday, 27 May 2014

Ketika Nyawa Diujung Jari

No comments : Posted by Unknown at Tuesday, May 27, 2014

Assalamualaikum, pie kabare mas/mbak ? tumben pake bahasa daerah ya , kebetulan saya absen beberapa hari ini untuk nulis, baru sempat malam ini pas selesai ngikutin acara di surabaya. Nih saya ada cerita menarik yang bisa ambil pelajaran dari pengalaman pribadi yang terjadi beberapa hari ini selama perjalan ke Surabaya.
Alhamdulillah, Allahuakbar !! itulah kaliamah-kalimah yang terucap didalam bibir saya setelah kejadian tempohari itu. Ini bermula ketika saya dan kawan-kawan akan pergi ke Surabaya menggunakan pesawat,  transit dari Bengkulu-Jakarta Jakarta-Surabaya . Selama perjalanan Bengkulu-Jakarta masih lancar-lancar aja, tapi biasalah kalo naik pesawat itu kebanyakan delaynya, dan alhamdulillah dari delay itu ada keuntungannya juga, barang-barang yg kelupaan bisa diambil lagi, akhirnya pesawat berangkat pukul 12.00 yang awalnya dijadwalkan jam 10.00 karena cuaca buruk, hehe .
Hal yang sama terjadi saat tiba di Bandara Soekarno Hatta pesawat delay juga hingga akhirnya saya dan teman-teman berangkat jam 16.30 dari jakarta ke surabaya. Permasalahanpun masih terjadi di awal keberangkatan. Pesawat Stack selama lebih dari 30 menit, sehingga suhu didalam pesawat menjadi panas, kondisi didalam sudah tidak kondusif , dan ada salah satu dari teman saya hampir sesak nafas karena pengap didalam pesawat. Akhirnya dengan kondisi seperti itu pesawat tetap dijalankan, dan Alhamdulilllah kondisi didalam pesawat sudah menjadi lebih tenang karena pendingin ruangan telah berfungsi lagi. Kejadian-kejadian ini tidak berhenti sampai disitu, puncaknya terjadi ketika pesawat berada  diudara dengan ketinggian beratus kilometer, ketika masuk kedalam awan hitam terjadi turbolensi sehingga pesawat seperti jatuh kebawah, ini terjadi sekitar 15 detik sehingga membuat panik seluruh penumpang, termasuk juga saya. Lafadz Istighfar terus saya ucapkan, asmaallah, tasbih tahmid dan tahlil. Setelah keadaan membaik saya tersadar bagaimana kalau pesawat ini jatuh ?  Apa surga telah menanti saya disana ? atau malah neraka yang bahan bakarnya batu dan manusia ? disaat itu juga saya tersadar oleh dosa-dosa yang menumpuk selama 21 tahun saya hidup, saya bandingkan dengan amal kebaikan yang saya himpun serasa masih sangat sedikit  sekali. Hidup saya pada saat itu seperti diujung jari, jika Allah mengizinkan pasti jatuhlah pesawat itu, harapan untuk hidup hanya 0% karena dibawah itu semuanya daratan. Sejak dari itu saya bertekat dari dalam diri ini untuk bisa beramal lebih banyak, sholat tepat waktu, melakukan amalan-amalan sederhana seperti tersenyum karena itu memiliki nilai pahala tetapi sangat disepelekan olah orang. Alhamdulillah akhirnya pesawat mendarat di Bandara Juanda Surabaya dengan selamat ..

Alhamdulillah rezeki dari Allah dilimpahkan oleh kami selama mengikuti perlombaan di Surabaya dalam acara Lomba Cipta Elektroteknik di Institute Teknologi Surabaya .. 

Read More

Saturday, 17 May 2014

Setiap Langkah Kaki Menghasilkan Listrik

No comments : Posted by Unknown at Saturday, May 17, 2014


Assalamualaikum, bagaimana kabar sobat semuanya ? semoga selalu dalam barokah Allah SWT. Hari ini saya ingin berbagi pemikiran sediki mengenai suatu sitem listrik yang bisa dihasilkan oleh manusia lewat kegiatan keseharian mereka. Karena kenapa , pada saat ini para peneliti semakin gencar-gecarnya dalam mengembangkan energi terbarukan, dan kita jangan sampai ketinggal untuk berkontribusi dalam perubahan tersebut. 

Energi terbarukan itu merupakan energi yang jika digunakan tidak akan ada habisnya, bisa memanfaatkan cahaya matahari, air, atapun air. Tetapi bagaimana kalau kita memanfaatkan lantai dengan interaksi langkah manusia sebagai sumber listrik ? pasti sungguh menarik. Setelah saya searching di google ternyata sudah ada yang menerapakan metode ini. Sistem ini telah diuji coba di stasiun sibuya Jepang untuk dipergunakan menghidupkan LED papan pemberitahuan kereta, lampu-lampu yang ada pada stasiun, dan juga sistem ini lagi diuji coba di London dengan nama Pavegen. Ilustrasinya bisa dilihat dibawah ..




Kelebihan sistem ini menurut saya, yaitu kemudahan dalam mendapatkan energi listriknya lewat penjalan kaki massal.

Kekurangan sistem ini, yaitu dilihat dari perangkat yang digunakan karena kemungkinan tidak bisa bertahan lama, ini disebabkan dari interkasi terhadap kaki manusia setiap harinya. Ini dinyatakan juga dalam pengujian sistem Pavegen di London.

Semoga para peneliti di Indonesia bisa mengembangkan lebih lanjut sistem yang benar-benar pas dan tidak memiki kekurangan sehingga bangsa lain tidak melirik kita sebelah mata.
Salam Indonesia.
Read More

Wednesday, 30 April 2014

Sia-sia Internet hanya untuk Media Sosial (Sehari Tanpa Internet)

7 comments : Posted by Unknown at Wednesday, April 30, 2014
Assalamualaikum, apa kabar sahabat muda ? Pastikan kalian baik-baik saja.  Berbicara masalah Internet sebagian besar saya yakin 80% orang Indonesia  sering mengaksesnya, dan juga Indonesia masuk 10 besar negara pengguna Internet terbanyak, sungguh luar biasa.
Pernah saya terfikir bagaimana jika tidak ada koneksi Internet dalam satu hari ? Pasti semuanya akan mati kutu, karena kenapa semua aktifitas orang Indonesia banyak dihabiskan untuk mengakses informasi, media sosial, bermain game online dan kegiatan-kegiatan lainnya. Kalau mau diibaratkan sama seperti  teh panas tanpa gula, tentu saja hambar, hidup terasa datar-datar aja tidak ada gejolak yang terjadi. Update informasi yang terjadi tidak secepat jika menggunakan internet, media sosial sebagai ajang untuk berkomunikasi, menjalin afiliasi , dan menjalin silaturahmi sulit teralisasi bahkan tidak akan terjadi jika dalam satu hari tidak ada koneksi Internet.
Informasi yang saya dapat bahwa Indonesia merupakan negara tercerewet dengan 5 post per detiknya. Ini menunjukkan bahwa kita sebagai orang Indonesia banyak sekali menghabiskan  waktu hanya untuk media sosial, sehingga mengurangi interaksi sosial yang sebenarnya secara lansung. Sedikit-sedikit buka internet, lagi kumpul-kumpul dengan teman-teman buka internet, semua kegiatan pasti disela-sela itu ada saja internet yang dibuka.
          Dalam intensitas waktu yang digunakan orang Indonesia termasuk yang sering membuang waktu, perlunya kesadaran efektifitas penggunaan internet. Sebenarnya apa yang dilihat dari media sosail itu ? Cuma pemberitahuan, status orang, dan komentar. Sebenarnya hanya seperti itu saja yang dilalui setiap harinya.  Saya selalu menerapkan FT+5 dalam menggunakan media sosial, 5+ merupakan lama waktu yang digunakan sedangkan F & T merupakan media sosial tersebut. Pada dasarnya waktu yang paling efektif hanyalah 5 menit.
          Bijaklah menggunakan Internet, ibaratnya seperti dua sisi uang logam, selalu ada dampak-dampak yang selelu mengirinya. Bagi yang bisa memanfaatkannya pasti akan mendapatkan Ilmu yang berlimpah, jika tidak akan menjadi sia-sia belaka hanya membuang waktu. Saya wajib mengingatkan cara berinternet sehat.  Sebelum waktunya datang, tidak ada koneksi Internet dalam satu hari. Salam Bijak Internat Indonesia !
Read More

Thursday, 24 April 2014

Potensi Besar Energi Indonesia Ada di Air Laut

2 comments : Posted by Unknown at Thursday, April 24, 2014


Saat ini kebutuhan akan energi dunia semakin lama semakin meningkat. Menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA), hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,6% per tahun. Sebagaian besar atau sekitar 80% kebutuhan energi dunia tersebut dipasok dari bahan bakar fosil. Meningkatnya kebutuhan energi ini disebabkan oleh jumlah penduduk dunia yang semakin bertambah. Tercatat pada tahun 2014 jumlah penduduk dunia sebanyak 7,2 miliar (Anonim : 2014). Coba bayangkan seberapa besar konsumsi energi yang terjadi, sungguh begitu besar.
Di Indonesia dari aspek konsumsi energi menunjukkan bahwa konsumsi energi Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada periode 2000- 2008, konsumsi energi akhir mengalami peningkatan rata-rata per tahun sebesar 2.73 % dari 764.40 Juta SBM menjadi 945.52 Juta SBM. Menurut jenis energi, konsumsi energi BBM merupakan konsumsi energi tertinggi yang diikuti oleh bimas, gas, listrik, dan batubara (Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral : 2009). Persentase konsumsi energi Indonesia pada berbagai sektor seperti  44,2 % digunakan oleh industri, konsumsi transportasi 40,6 % dan konsumsi rumah tangga 11,4 % (Anomin : 2014). Persentase konsumsi energi ini bisa saja dikurangi sesuai dengan sektor yang diinginkan, seperti pada sektor rumah tangga pegunaan energi seperti listrik bisa saja dilakukan penghematan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan untuk skala kecil.
Air laut menjadi salah satu langkah kontrit yang bisa digunakan untuk memutus mata rantai penggunaan bahan bakan fosil dalam pemenuhan energi listrik sehingga dampak positifnya masyarakat menjadi mandiri. Pada dasarnya, air laut mengandung senyawa NaCl yang tinggi dan oleh H2O diuraikan menjadi Na­­­­+ dan Cl- . Dengan adanya partikel muatan bebas itu, maka timbul arus listrik (Kuwahara, 2001). Penelitian yang berhasil meraih juara II Alternatif Energy Competition, Indonesia Mechanical Innovation Challage 2010 di Surabaya juga mengungkapkan kandungan air laut yang memiliki potensi menjadi tenaga listrik pada media sel galvanis. Zainal menjelaskan air laut mengandung campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni (Pratama,2013), juga penelitian Rudi Setiawan yang meraih juara III Bidang Rancang Bangun Kategori Proyek Sains Tingkat Nasional OSN Pertamina 2013 mengungkapkan bahwa energi listrik yang dihasilkan oleh satu sekat air laut dalam satu rancang aquarium bisa menghasilkan tegangan 0.7 VDC, jika dibuat banyak sekat dan dihubungkan secara seri akan menghasilkan tegangan yang  cukup besar. Penerapan teknologi ini sama halnya dengan pemanfaatan cahaya matahari dengan menggunakan panel surya, membutukan inverter agar tegangan DC bisa diubah menjadi Tegangan AC untuk bisa dimanfaatkan.
Sumbe Gambar : http://syafraufgisqu.files.wordpress.com

Coba bayangkan dengan kondisi geografis Indonesia yang kebanyakan merupakan lautan dengan luas lautannya sekitar 3.273.810 km² (Anonim: 2013), ini menjadi potensi besar yang bisa dimanfaatkan. Air laut pun mudah didapat dan gratis, semua orang bisa dengan mudah memanfaatkannya. Tinggal bagaimana cara para pemerintah untuk mengedukasi dan mengarahkan masyarakat Indonesia untuk bisa memanfaatkan sumber energi baru terbarukan ini. Masyarakat jangan hanya menjadi konsumsi tetapi harus bisa menjadi produsen dalam ruang lingkup rumah tangga sendiri, itu merapakan hal kecil yang bisa diimplementasikan. Jika ini terealisasi pasti banyak sekali penghematan yang dihasilkan dan juga dampak lain yang dihasilkan adalah tidak ada emisi gas buang dengan memanfaatkan air laut ini sebagai sumber listrik, polusi bisa dikurangi secara perlahan. Teknologi ramah lingkungan ini semoga  menjadi salah satu ujung tombak dalam memberikan kesejahteraan masyarakan Indonesia dan penghematan bahan fosil di Indonesia.


Refernsi :


Anonim.2013. Luas Wilayah Negara Indonesia. Diakses melalui http://www.invonesia.com/luas-wilayah-negara-indonesia.html Pada 24 April 2014

Anonim. 2013. Tantangan Energi Indonesia 2014. Diakses melalui http://beritadaerah.com/2013/10/31/tantangan-energi-indonesia-2014 Pada 24 April 2014

Anonim.2014. Hingga 2030, Permintaan Energi Dunia Meningkat 45 %. Diakses melalui http://www.esdm.go.id/berita/37-umum/2133-hingga2030-permintaan-energi-dunia-meningkat-45.html Pada 24 April 2014

Anonim. 2014. Kebijakan Energi Indonesia: Solusi Kebutuhan Energi dan Pengaruhnya terhadap Keuangan Negara. Diakses melalui  http://bem.feb.ugm.ac.id/kebijakan-energi-indonesia-solusi-kebutuhan-energi-dan-pengaruhnya-terhadap-keuangan-negara/ Pada 24 April 2014

Anonim.2014. World Population. Diakses melalui http://www.worldometers.info/world-population/ Pada 24 April 2014

Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral.2009. Handbook of Energy and Economi Statistic of Indonesia . Centre for Data and Information on Energy and Mineral Resources. Ministry Energy and Mineral Resources, Jakarta  


Kuwahara. 2011. Geologi Laut. Erlangga: Jakarta.

Setiawan, Rudi. 2013. Rancang Bangun Sea Water Battery (Swb) Dalam Aplikatif Smart Lamp Berbasis Ramah Lingkungan Sebagai Alternatif Penerangan Di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara : Bengkulu



Read More
Older Posts Home
Subscribe to: Comments ( Atom )

Blog Archive

  • ►  2011 (12)
    • ►  Aug 2011 (8)
    • ►  Sept 2011 (4)
  • ►  2012 (20)
    • ►  Sept 2012 (7)
    • ►  Oct 2012 (6)
    • ►  Nov 2012 (2)
    • ►  Dec 2012 (5)
  • ►  2013 (5)
    • ►  Mar 2013 (1)
    • ►  May 2013 (1)
    • ►  Jun 2013 (2)
    • ►  Dec 2013 (1)
  • ►  2014 (16)
    • ►  Jan 2014 (5)
    • ►  Feb 2014 (3)
    • ►  Mar 2014 (2)
    • ►  Apr 2014 (3)
    • ►  May 2014 (3)
  • ▼  2015 (1)
    • ▼  Mar 2015 (1)
      • Rezeki dan Kelapangan Hati

Popular Posts

  • Seluruh Benua Membentuk Lafadz Allah
  • Tips Penggunaan dan Perawatan Laptop
  • JOKOWI – Pandangan Orang Awam Bukan Orang Jakarta
  • ANDAI AKU MENJADI KETUA KPK

Follow my twitter

Follow @bluekutukk
adam tirta kusuma. Powered by Blogger.

Pengikut

© Adam Tirta 2013 . Powered by Bootstrap , Blogger templates and RWD Testing Tool Published..Gooyaabi Templates